Sosok kakek tua duduk bersandar di koridor kuning di Pasar Blauran, Surabaya. Memakai peci hitam sambil mengenggam kertas putih. Terlihat tubuhnya lemah dengan kulit disekujur tubuh tidak lagi kencang.
Sudah 40 Th. Lamanya, Kakek Ini Tinggal Seorang Diri Di dalam Gua
Ternyata kakek tua itu si penjual secarik kertas berisi doa. Kumpulan doa untuk keselamatan dan keharmonisan rumah tangga.
Siapapun yang membeli kertas doa itu, sang kakek menganjurkan untuk membacanya dan menghayati supaya rumah tangga selalu harmonis dunia akhirat.
Kisah ini sungguh menginspirasi untuk kita semua. Itu diperlihatkan pada sang kakek tua itu. Walau tubuhnya tidak sekuat dulu untuk bekerja, tetapi ia mencari rezeki halal untuk menafkahi keluarga.
Anda akan tercengang ketika tahu kalau si kakek menjual kertas itu dengan harga seikhlasnya.
Siapapun yang melihat kakek penjual kertas doa itu akan terhenyak dan mendapat pelajaran. Bagaimana dengan usia yang tidak lagi muda, semangat kakek berjualan supaya tidak mengemis begitu tinggi.

0 Response to "Kisah Haru Kakek Penjual Kertas Doa"
Posting Komentar